Jumat, 21 Juni 2013

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG KAMBING DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG(Vigna sinensis .L) DI TANAH INCEPTISOL KELURAHAN FITU TERNATE SELATAN

                                         HALAMAN PENGESAHAN
Judul
:
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kambing Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis .L) Di Tanah Inceptisol Kelurahan Fitu Ternate Selatan
Nama
:
Udin Hadad
NPM
:
041 210 046
Program Studi
:
Agroteknologi
Fakultas
:
Pertanian
PTN
:
Universitas Khairun

Di Setujui Oleh :
Dosen Pembimbing




Idris Abd. Rachman SP. M.Si
NIP :19700314200212-1001










KATA PENGANTAR
Assalammualaikum Wr. Wb.
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, terutama rahmat kesehatan dan kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan laporan penelitian ini dengan judul Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kambing Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis .L) Di Tanah Inceptisol Kelurahan Fitu Ternate Selatan dengan baik.
Dalam penyusunan laporan ini, saya sangat menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalammualaikum Wr. Wb.
Ternate, Juni 2013

Udin Hadad
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................    Hal
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................      i
KATA PENGANTAR..............................................................................      ii
DAFTAR ISI..............................................................................................      iii
DAFTAR TABEL.....................................................................................      iv
DAFTAR LAMPIRAN.............................................................................      v
DAFTAR GAMABAR.............................................................................      vi
I.         PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..............................................................................      1
B.     Tujuan............................................................................................      2
C.    Hipotesis.........................................................................................      2
II.      TINJUAN PUSTAKA
A.    Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang.............      3
B.     Peran Pupuk Kandang Kambing................................................      5
C.    Pupuk NPK...................................................................................      8
III.   METODE
A.    Tempat Dan Waktu......................................................................      11
B.     Alat Dan Bahan.............................................................................      11
C.    Metode Penelitian..........................................................................      11
D.    Pelaksanaan...................................................................................      12
E.     Parameter Pengamatan................................................................      13
F.     Tehnik Analisa Data.....................................................................      14
IV.   HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil................................................................................................      15
B.     Pembahasan...................................................................................      20
V.      KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan.....................................................................................      26
B.     Saran...............................................................................................      26
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................      27
LAMPIRAN...............................................................................................      29
DOKUMENTASI......................................................................................      37

DAFTAR TABEL

Tabel                                                      Teks                                              Halaman
1.    Data kesuburan tanah desa Fitu...................................................................... 15






DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran                                               Teks                                              Halaman
1.        Layout penelitian dan dosisi pupuk yang digunakan................................... 29
2.        Data analisis tanaman kacang panjang 20 HST............................................ 30
3.        ANOVA tinggi tanaman kacang panjang 20 HST....................................... 30
4.        Data analisis jumlah cabang produktif tanaman kacang panjang 30 HST.... 30
5.        ANOVA jumlah cabang produktif tanaman kacang panjang 30  HST........ 30
6.        Data analisis jumlah polong panen pertama tanaman kacang panjang.......... 31
7.        ANOVA jumlah polong panen pertama tanaman kacang panjang............... 31
8.        Data analisis jumlah polong panen kedua tanaman kacang panjang............. 31
9.        ANOVA jumlah polong panen kedua tanaman kacang panjang.................. 31
10.    Data analisis jumlah polong panen ketiga tanaman kacang panjang............. 32
11.    ANOVA jumlah polong panen ketiga tanaman kacang panjang.................. 32
12.    Data analisis jumlah polong panen keempat tanaman kacang panjang......... 32
13.    ANOVA  jumlah polong panen keempat tanaman kacang panjang.............. 32
14.    Data analisis berat polong panen pertama tanaman kacang panjang............ 33
15.    ANOVA berat polong panen pertama tanaman kacang panjang.................. 33
16.    Data analisis berat polong panen kedua tanaman kacang panjang............ .. 33
17.    ANOVA berat polong panen kedua tanaman kacang panjang..................... 33
18.    Data analisis berat polong panen ketiga tanaman kacang panjang............... 34
19.    ANOVA berat polong panen ketiga tanaman kacang panjang..................... 34
20.    Data analisis berat polong panen keempat tanaman kacang panjang............ 34
21.    ANOVA berat polong panen keempat tanaman kacang panjang................. 34
22.    Data analisis rata- rata produksi tanaman kacang panjang panen
ke I, II, II dan IV......................................................................................... 35
23.    Data analisis total produksi kacang panjang panen ke I, II, III, dan IV ton/hektar                    35
24.    Data hasil analisis laboratorium kesuburan tanah desa Fitu.......................... 36


DAFTAR GAMBAR

Gambar                                                  Teks                                              Halaman
1.    Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK
 terhadap tinggi tanaman kacang panjang 20 HST......................................... 15
2.    Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK
 terhadap jumlah cabng produktif tanaman kacang panjang 30 HST............. 16
3.    Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK
 terhadap jumlah polong panen I, II, III dan IV............................................. 17
4.    Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK
terhadap berat polong panen I, II, III dan IV................................................ 18
5.    Dokumentasi praktikum ................................................................................. 36








I.     PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Selain bahan pangan, sayur bukanlah makanan pokok. Melainkan hanya sebagai pelengkap. Meskipun sayuran tumbuh melimpah di Indonesia, namun umumnya berupa sayuran dataran tinggi. Sayur yang tumbuh di dataran rendah lebih sedikit jumlahnya. Tak heran bila ada daerah yang berlimpah sayur, sementara beberapa daerah tertentu seperti kota – kota besar di Kalimantan, Sulawesi dan Irian kekurangan sayur untuk dikonsumsi. Tanaman kacang panjang berasal dari daerah tropis India dan Afrika, terutama Abissinia ataupun Ethiopia  (Nazaruddin, 1993).
Kacang panjang merupakan salah satu jenis tanaman kacang – kacangan yang telah lama dibudidayakan oleh petani, baik secara monokultur maupun tanaman sela. Tanaman ini mudah ditanam di lahan dataran rendah maupun dataran tinggi, baik di tanah sawah, tegalan maupun tanah pekarangan. Faktor yang terpenting yang paling mempengaruhi pertumbuhan kacang panjang adalah kecukupan air (Samadi, 2003).
Kacang panjang bersifat dwiguna, artinya sebagai sayurang polong yang penting dan sebagai penyubur tanah tanaman karena pada akar – akarnya terdapat bintil – bintil rhizobium. Bakteri tersebut berfungsi mengikat nitrogen bebas dari udara, itu juga penyebabnya petani banyak menanami di pematang sawah (Sunarjono, 2003).
Menurut Pitojo, 2006. Kacang panjang adalah salah satu bahan pangan dalam bentuk sayuran yang banyak di konsumsi oleh mayarakat Indonesia. Pada saat tanaman kacang panjang masih muda berikut daunnya dapat dipakai sebagai bahan pangan (lalapan).
B.  Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK terhadap petumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang di tanah Inceptisol Kelurahan Fitu Kota Ternate Selatan.
C.  Hipotesisi
Hipotesa penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1.    Kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK yang dosis berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang.
2.    Salah satu kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang.


II.  TINJAUAN PUSTAKA
A.  Kasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kacangt Panjang
Sistematika tanaman kacang panjang dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini:
1.    Klasifikasi Tanaman Kacang Panjang
Menurut Fachruddin (2000) tanaman kacang panjang termasuk famili leguminoceae. Klasifikasi tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut :
Divisio             : Spermatophyta
Sub Divisio     : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Ordo                : Rosales
Famili              : Leguminaceae
Genus              : Vigna
Spesies            : Vigna sinensis (L)
Tanaman kacang panjang termasuk dalam famili papilionaceae yang tergolong tanaman semusim berbentuk perdu yang bersifat membelit atau setengah membelit. Batangnya panjang, liat dan sedikit berbulu. Daunnya tersusun tiga helai dengan bunga berbentuk kupu – kupu. Buahnya bulat, panjang, ramping dan panjang nya antara10 – 80 cm. Sewaktu muda buah berwarna hijau keputih – putihan, putih dan setelah tua berwarna kekuning – kuningan dan kering. Buah yang masih muda sangat mudah patah, sedangkan sesudah tua menjadi liat (Suherni, 2007).
2.    Morfologi Tanaman Kacang Panjang
Akar tanaman kacang panjang terdiri atas akar tunggang, akar cabang dan akar serabut. Perakaran tanaman dapat mencapai kedalaman 60 cm. Akar tanaman kacang panjang dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium SP. Ciri adanya simbiosis tersebut yaitu terdapat bintil – bintil akar disekitar pangkal akar. Aktifitas bintil akar ditandai oleh warna bintil akar sewaktu dibelah. Jika berwarna merah cerah menanadakan bintil akar tersebut efektif menambah nitrogen, sedangkan bila bintil akar berwarana merah pucat, berarti penambahan nitrogen kurang efektif (Pitojo, 2006).
Batang kacang panjang ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Batang tumbuh ke atas, membelit kearah kanan pada turus atau tegakan yang didekatnya. Batang membentuk cabang sejak dari bawah batang (Pitojo, 2006).
Daun tanaman kacang panjang berupa daun majemuk, melekat pada tangkai daun agak panjang, lonjong, berseling, panjangnya 6 – 8 cm, lebar 3 – 4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris dengan panjang kurang lebih 4 cm dan berwarna hijau (Anonim, 2008).
Bunga tanaman kacang panjang berbentuk kupu – kupu. Ibu tangkai bunga keluar dari ketiak daun. Setiap ibu tangkai bunga mempunyai 3 – 5 bunga. Warna bunganya ada yang putih, biru atau ungu. Bunga kacang panjang menyerbuk sendiri. Penyerbukan silang dengan bantuan serangga dapat juga terjadi dengan kemungkinan 10 % (Haryanto, dkk, 1994).
Bunga kacang panjang tidak tumbuh dan mekar secara serentak. Ragam waktu mekarnya bunga kacang panjang adalah sebagai berikut : 1). Dua bunga yang terletak pada bagian bawah dan bersebelahan terkadang mekar hampir bersamaan, 2). Bunga berikutnya muncul dan mekar setelah satu atau dua polong mencapai panjang 5 – 10 cm atau bahkan lebih. Beberapa diantaranya dapat menjadi buah, namun pertumbuhannya tidak sekuat buah yang pertama kali muncul (Pitojo, 2006).
Buah tanaman kacang panjang berbentuk polong yang ukuran panjang dan rampingnya, serta berwarna hijau keputih – putihan atau putih (buah muda) atau kemerahan namun setelah tua akan menjadi kuning – kekuningan. Panjang buah tanaman kacang panjang 15 – 25 cm (Anonim, 2008).
Pada satu tangkai biasanya terdapat antara satu sampai tiga buah, buah yang muncul pada tangkai pertama kali atau hampir muncul bersamaan biasanya tumbuh awal. Buah kacang panjang tiap tangkai tidak selalu sama kuat pertumbuhannya (Sastrahidajat dan Soemarno, 1991).
Biji kacang panjang berbentuk bulat agak memanjang, namun ada juga yang pipih. Pada batang bagian tengah biji terdapat bekas tangkai yang menghubungkan antara biji dan kulit buah. Biji yang semakin tua akan mengering. Kulit biji tua ada yang berwarna putih, merah keputih – putihan, cokelat dan hitam. Pada satu polong biasanya terdapat sekitar 15 biji atau lebih, tergantung pada panjang polong dan dipengaruhi oleh pertumbuhan tanaman dan varietas kacang panjang tersebut (Rukmana, 1995).
B.  Peran Pupuk Kandang Kambing
Pemakaian pupuk kandang kambing perlu dipertimbangkan dalam rangka penelitian. Pupuk kandang kambing perlu ditambahkan kedalam tanah, karena pupuk kandang kambing yang telah mengalami dekomposisi dapat memperkaya zat hara tanah, juga berperan sebagai perbaikan sifat fisik tanah, tata ruang udara tanah, mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara sehingga tidak mudah larut oleh air hujan dan meningkatkan daya agregat tanah. Selain itu, bahan organik juga dapat meningkatkan sifat biologi tanah (Marsono dan Sigit, 2001).
Pupuk kandang kambing berasal dari hasil pembusukan kotoran kambing, dalam berbentuk padat (kotoran) sehingga warna, rupa, tekstur, bau dan kadar airnya tidak lagi seperti aslinya. Biasanya, pupuk kandang kambing tidak murni seratus persen kotoran hewan, tetapi termasuk juga sisa makanan dan alas tidurnya (Marsono dan Sigit, 2001)..
Sebenarnya, kotoran dari semua jenis hewan dapat dipakai sebagai pupuk. Namun kotoran yang berasal dari hewan – hewan peliharaan, seperti kambing adalah yang paling sering digunakan. Pasalnya kotoran dari hewan peliharaan yang dikandangkan gampang dikumpulkan. Pupuk kandang dari kambing mengandung 0,97 % Nitrogen (N); 0,69 % Fosfor (P); 1,66 % Kalium (K) (Anonim, 2007).
Ciri pupuk matang adalah tidak berbau tajam (bau amoniak), terasa dingin jika dipegang, berwarna gelap, kering dan gembur jika di remas (Anonim, 2007). Sedangkan peranan dari pupuk kandang kambing antara lain : 1. Mengembangkan beberapa unsur hara seperti Fosfor, Nitrogen, Sulfur dan Kalium; 2. Meninkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah; 3. Melepaskan unsur P dari oksida Fe dan Al; 4. Memperbaiki sifat fisik dan struktur tanah; 5. Membentuk senyawa kompleks dengan unsur hara makra dan mikro sehinggan dapat mengurangi proses pencucian unsur hara (Jumin, 1994).
Pemupukan tanah dengan pupuk kandang kambing dapat mengakibatkan tanah menjadi baik dengan daya mengikat airnya menjadi lebih tinggi. Pupuk kandang juga berpengaruh terhadap keadaan fisik, kimia dan biologis tanah. Menurut Buckman dan Brady (1982), mengatakan bahwa pupuk kandang merupakan lapisan yang berada di permukaan tanah mempunyai sifat yang dapat mengikat air permukaan empat sampai enam kali beratnya sendiri dan air merupakan kebutuhan yang paling penting untuk melarutkan unsur hara di dalam tanah dan dimanfaatkan oleh tanaman.
Fungsi pupuk kandang kambing antara lain mampu mengembangkan beberapa unsur hara seperti fosfor, nitrogen, sulfur, kation dan dapat melepaskan unsur P dari oksidasi Fe tanah dan dapat membentuk senyawa kompleks dengan unsur makro dan mikro sehingga tanaman dapat mengurangi proses pencucian dari unsur yang dikandungnya (Suwardjono, 2003).
Menurut Suwardjono, (2003) peranan penting dari pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman adalah sebagai berikut  :
1.    Pupuk kandang mengandung zat seperti N(0,97), P(0,69), K(1,66) .
2.    Mampu melonggarkan susunan tanah terutama jenis tanah liat sehingga udara mudah menembus kedalam, dengan kata lain dapat memperbaiki aerase tanah.
3.    Meningkatkan daya serap tanah terhadap air, sehingga ketersediaanair yang dibutuhkan tanaman memadai.
4.    Mendorong kehidupan dan perkembangan jasad renik tanah yang berguna untuk mengubah zat – zat makanan di dalam tanah.           


C.  Peran Pupuk NPK
Pupuk NPK merupakan pupu kmajemuk yang mengandung unsure hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsure hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman. (Hardjowigeno, 1995).
1.    Pupuk Urea[(CO (NH2)2]
Pupuk Urea sangat mudah larut dalam air, nitrogen dalam bentuk amida pada umumnya terdapat dalam pupuk Urea mudah larut dalam air. Dalam tanah amida segera berubah menjadi ammonium karbonat. Karena memiliki konversi (perubahan) tersebut nitrogen mudah hilang tercuci. Pupuk Urea juga memiliki sifat higroskopis, sudah mulai menarikuap air pada kelembaban nisbiudara 73 %. Pengaruhnya terhadap tanah yaitu bila diberikan pada lahan yang miskin hara akan berubah kewujud atau bahan awalnya yaitu ammonia dan karbondioksida yang mudah tercuci oleh air hujan atau irigasi dan mudah terbakar sinar matahari. Pengaruhnya bagi tanaman yaitu sangat penting dalam pertumbuhan awal karena pada urea terdapat kandungan N yang tinggi.(Hardjowigeno, 1995).
Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman.(Sutejo. 1995).
2.    Pupuk SP 36 (Superphospat 36)
SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsure haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah.(Hardjowigeno, 1995).
3.    Pupuk KCl (Kalium Klorida)
Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation mono valen yang esensial bagitanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivatorber bagai enzim. Kandungan utama dari endapan tambang kalsiuma dalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %.Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau danu dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.(Hardjowigeno, 1995)


III.   BAHAN DAN METODE
A.  Tempat dan Waktu    
Praktikum ini dilaksanakan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate di Kelurahan Fitu, yang berada pada ketinggian 80 m dpl, jenis tanah inceptisol dengan pH tanah 5,5-6,0. Lama percobaan lapangan70 Hari.
B.  Alat Dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan adalah cangkul, parang, sekop, tali rafia, ember, gembor, meteran, timbangan, papan nama kelompok, papan naman perlakuan, papan nama sampel, ajir (bambu), mistar, benih kacang panjang, pupuk kandang kambing, dan alat tulis menulis.
C.  Metode Percobaan
Praktek ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit pengamatan, dengan level perlakuan sebagai berikut :
X0 =    Tanpa pupuk kandang dan NPK (kontrol)
X1 = 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha
X2 = 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha
X3 = 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha
X4 = 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha
Rumus matematika dari Rancanga Acak Kelompok (RAK) sederhan menurut Hanafia, (1991) sebagai berikut:
(Yij = μ + αi + βj + ɛij)
Dimana:
Yij        : pengamatan pada perlakuan ke i , kelompok ke j,      
μ          : pengaruh rataan umum,
αi          : pengaruh perlakuan ke i,
βj            : pengaruh kelompok ke j,
ɛij        : galat percobaan dari perlakuaan ke i dan perlakuan ke j
D.  Pelaksanaan
Ada pun tahapan pelaksanaan kegiatan praktikum antara laian sebagai berikut:
1.    Pengolahan Tanah
Tanah diolah dengan cangkul dan sekop, dengan luasan petak 2 x 1 m2.
2.    Pemberian Pupuk Kandang Dan NPK
Pupuk kandang kambing diberikan sesuai dosis masing-masing perlakuan yaitu untuk 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3), 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4). Pupk kandang diberikan dengan cara broad cast (disebar) diatas permuakan tanah kemudian ditutupi denga lapisan tanah atas, sementara pemberian pupuk NPK dilakukan dengan cara pemberian pupuk hill local (tugal). Waktu pemberian pupuk kandang 1 minggu sebelum tanam (MST) sedangkan pupuk NPK waktu pemupukan pada saat tanam.
3.    Penanaman
Benih di tanam pada lubang tanam yang ditugal, setiap lubang tugal diisi 2 benih. Sehingga setiap bedengan utuk tanaman kacang panjang terdapat 8 lubang tanamn sehingga terdapat 16 benih.
4.    Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi; penyiraman dilahukan setiap harai sampai tanaman berumur 40 HST. Penyulaman, yaitu menggantikan tanaman yang tumbuh abnormal dengan tanaman yang telah disiapkan. Penyiangan yaitu pembersiaha gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.


E.  Parameter Pengamatan
Komponen pertumbuhan yang diamati adalah :
1.    Tinggi tanaman (cm) tanaman kacang panjang, diukur dari pangkal sampai titik tumbuh tiap 10 hari sekali.
2.    Jumlah cabang (unit) tanaman kacang panjang, dihitung jumlah cabang diamati tiap 10 hari sekali
3.    Jumlah polong (unit) tanaman kacang panjang, dihitung jumlah polong kacang panjang pada setiap pemanenan.
4.    Berat polong (gr) tanaman kacang panjang, di timbang berat polong kacang panjang pada setiap pemanenan
F.   Tehnik Analisa Data
Analisa data menggunakan Analisis Of Varians (ANOVA) bila terdapat perlakuan yang nyata maka dilanjutkan di Uji Beda Nyata Terkecil (BNT 0,05).


IV.        HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil
1.    Data Kesuburan Tanah
Dari hasil analisis tingkat kesuburan tanah di Desa Fitu oleh Jefri (2012), dan pengujian yang dilakukan di Laboratorium Depertemn Ilmu Tanah Dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB, yang disajikan dalam tabel 1.
Tabel 1. Data kesuburan tanah desa Fitu
Parameter Tanah
Nilai
Kriteria
No. Laboratorium
ED 3753
-
No. Lapangan
Tanah
-
pH 1:1
·      H2O

5,70

Agak masam
Walkley & Black
·      C-org (%)

2,31

Sedang
Kjeldhal
·      N-Total (%)

0,22

Sedang
C/N (%)
10,50
Rendah
NNH4OAc pH 7.0
·      Ca (me/100g)
·      Mg (me/100g)
·      K (me/100g)
·      Na (me/100g)

7,43
4,27
0,25
0,25

Sedang
Tinggi
Rendah
Rendah
N KCl
·      Al (me/100g)
·      H (me/100g)

Tr
0,19

-
-
Keterangan: Kutipan kriteria dalam Hardjowigeno, 1995
2.    Tinggi Tanaman
Hasil analisis bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan yang tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman kacang panjang pada umur 20 HST . Gambar 1 menjelaskan perlakuan X0 berbeda dengan X1, X2, X3, X4. Untuk perlakuan X1 berbeda dengan X2, X3, X4. Sedangkan X2 berbeda dengan X3, X4 dan X3 bebeda dengan X4.
Gambar 1. Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK terhadap tinggi tanaman kacang panjang 20 HST

Dari gambar 1 menujukan bahwa perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK (X0) cenderung memberikan tinggi tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK dengan dosis 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3), 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4).
3.    Jumlah Cabang
Hasil analisis bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan yang tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang kacang panjang pada umur 30 HST. Gambar 2 menjelaskan perlakuan X2 berbeda dengan X1, X3, X4, X0. Untuk perlakuan X1 berbeda dengan X3, X4, X0. Sedangkan X4 berbeda dengan X3, X0 dan X3 bebeda dengan X0.
Gambar 2. Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK terhadap jumlah cabng produktif tanaman kacang panjang 30 HST

Dari gambar 2 menujukan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2) cenderung memberikan jumlah cabang produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK (X0), dan kombinasi pupuk kandang dan NPK dengan dosis SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3), 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4).
4.    Jumlah Polong
Hasil analisis bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan yang tidak berbeda nyata terhadap parameter jumlah polong pada panen I, II, III dan IV, sebagaimana terlihat pada gambar 3.
Gambar 3. Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK terhadap jumlah polong panen I, II, III dan IV

Dari gambar 3 menujukan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) cenderung memberikan jumlah polong yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan tanpa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK (X0) dan perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3).
5.    Berat Polong
Hasil analisis bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan yang tidak berbeda nyata terhadap parameter berat polong pada panen I, II, III dan IV, sebagaimana terlihat pada gambar 4.
Gambar 4. Pengaruh serapan hara kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK terhadap berat polong panen I, II, III dan IV
Dari gambar 4 menujukan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) cenderung memberikan berat polong yang lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK (X0) dan perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3).
B.  Pembahasan
Pertubuhan dan perkembanga tanaman merupakan refleksi dari ketersedian unsur hara dari dalam tanah atau asupan unsur hara dari luar misalnya pupuk, itu sebabnya jika asupan unsur hara rendah maka pertumbuhan dan perkembanaga tanaman juga  tidak akan normal.
Pertumbun dan produksi tanaman kacang tanah sangat tergantung pada jumlah asupan unsur hara yang di serap oleh tanaman kacang panjang. Proses pematangan pupuk kandang ternak kambing dan absorbsi NPK sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat dimana jumlah asupan unsur hara berasal dari pupuk kandang ternak kambing dan NPK.
1.    Data Kesuburan Tanah
Dari hasil di jelaskan bahwa kandung bahan organik dan unsur-unsur yang dibutuh oleh tanaman seperti unsur makro dan mikro. Untuk kandung pH 7.0 dengan kandungan O-organik 2.31 % dan N-total 0.2 %. Untuk kandungan N NH2Oac, Ca 7.43, Mg 4.27, K 0.25, Na 1.06 sedangkan untuk N KCl, Al H tak trehingga. Semua nilai tersebut dengan harkat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Maka tanah yang ada di desa Fitu di kategorikan sebagai tanah yang subur.
Dari uraian diatas dapat di jelaskan bawah ketersedian hara dan pelepasan senyawa kimia dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Tanaman mengambil unsur hara dalam bentuk kation dan anion dari laruta air tanah dan koloid liat humus. Sebagaian besar berasal dari pupuk kandag dan bahan organik lainnya. Asupan unsur hara tergatung pada pelepasan senyawa kimia dari bahan organik (Wuryaningsih, 1994)
2.    Tinggi Tanaman
Dari hasil analisis menujukan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan tidak beda nyata terhadap tinggi tanaman. Di asumsikan bahwa pupuk kambing tidak mampu melepaskan senyawa kimia dengan baik. Sedangkan untuk pupuk NPK di asumsikan bahwa KTK tanah rendah sehingga akar tanaman tidak mampuh mengikat unsur hara dengan baik.
Tanaman kacang panjang pada 20 HST  yang memiliki tinggi tanaman yang baik pada perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK  (X0), karena sesuai dengan penjelasan diatas bahwa tanah yang digunakan, sebelum diberikan perlakuan sudah memiliki ketersedian hara yang cukup. Dan untuk perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3), 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) yang memiliki tinggi tanaman yang tidak baik karena pelepasan senyawa kimia yang lamabt dan absorpsi NPK  yang rendah.
3.    Jumlah Cabang
Pada hasil analisis menujukan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan tidak beda nyata terhadap jumlah cabang produktif tanaman kacang panjang pada umur 30 HST. Akan tetapi salah satu dosis pupuk, memberikan tingkat pertumbuhan cabang produktif tanaman kacang panjang yang lebih banyak.
Tanaman kacang panjang pada 30 HST  yang memiliki jumlah cabang produktif  yang lebih banyak pada perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2) karena pupuk kandang kambing yang diberikan sudah dapat melepaskan senyawa kimia dengan baik dan daya absopsi NPK menigkat senhinggaa pertumbuhan vegetatif tanaman kacang panjang ikut membaik walaupun tidak memberikan pengaruh beda nyata perhadap jumlah cabang produktif yang tmbuh. Dan untuk perlakuan tanpa pupuk kandang, dan  kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3), 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) yang memiliki jumlah cabang produktif yang tidak banyak karena pelepasan senyawa kimia yang lambat dan tingkat absorpsi rendah.
4.    Jumlah Polong
Dari hasil analisis menujukan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan tidak beda nyata terhadap jumlah polong tanaman kacang panjang pada panen I, II, III dan IV. Akan tetapi salah satu dosis pupuk, memberikan jumlah produksi polong tanaman kacang panjang yang lebih banyak.
Tanaman kacang panjang pada panen I, II, III, dan IV  yang memiliki jumlah produksi polong yang lebih banyak pada perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) karena pupuk kandang kambing dan NPK yang di berikaan menyediakan hara untuk meningkatkan produksi polong tanaman kacang panjang. Dan untuk perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK dan perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK dengan dosisi 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3) yang memiliki jumlah produksi polong yang kurang banyak karena tidak mampuh menyediakan hara yang cukup untuk produksi polong tanaman kacang panjang.
5.    Berat Polong
Hasil analisis menujukan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK memberikan tidak beda nyata terhadap berat polong tanaman kacang panjang pada panen I, II, III dan IV. Dengan total produksi untuk perlakuan (X0 ) dengan berat rata-rata 269,17 g/petak atau 1,35 ton/ha, perlakuan (X1) dengan berat rata-rata 209,17 g/petak atau 1,05 ton/ha, perlakuan (X2) dengan berat rata-rata 141,67 g/petak atau 0,71 ton/ha, perlakuan (X3) dengan berat rata-rata 331,75 atau 1,66 ton/ha, perlakuan (X4) dengan berat rata-rata 380 g/petak atau 1,9 ton/ha.
Tanaman kacang panjang pada panen I, II, III, dan IV  yang memiliki berat polong yang lebih berat pada perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan dosis 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 80 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 80 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 80g/petak atau 400 kg/ha (X4) karena pupuk kandang kambing dan NPK yang di berikaan menyediakan hara untuk meningkatkan berat polong tanaman kacang panjang. Dan untuk perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan NPK dan perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK dengan dosis 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 20 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 20 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 20 g/petak atau 400 kg/ha (X1), 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 40 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 40 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 40 g/petak atau 400 kg/ha (X2), 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing dan Urea 60 g/petakan atau 400 kg/ha, SP-36 60 g/petak atau 400 kg/ha, KCl 60 g/petak atau 400 kg/ha (X3)  yang memiliki berat polong yang kurang baik karena tidak mampuh menyediakan hara yang cukup untuk menambah berat polong tanaman kacang panjang


V.      KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan
Dari uraian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuahan dan produksi tanaman kacang panjang. Namun perlakuan X4 cenderung memberikan produksi polong kacang panjang yang lebih baik tinggi dibandingkan dengan perlakuan X0, X1, X2, dan X3
B.  Saran
Dari kesimpulan diatas maka dapat di sarankan bahwa jika dilakuakan percobaan maka diharapkan untuk menguji kematangan pupuk agar dapat mengetahui apakah pupuk yang digunakan sudah stabil untuk digunakan dalam praktikum. Dalam usaha budidaya kacang panjang di Kelurahan Fitu dapat menggunakan dosis 40 ton/ha pupuk kandang dan 400 kg/ha NPK.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2007. Petunjuk Pemupukan. AgroMedia. Jakarta.
Buckman, H, O, Brady, N, C, 1982. Ilmu Tanah. Diterjemahkan Oleh Soegiman. Bharatana Karya Aksara. Jakarta.
Fachruddin, L, 2000. Tanaman Kacang – Kacangan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hanafia, K. A. 1991. Rancangan Percobaan, Teori dan Aplikasi. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang
Haryanto, E., Suhartini, T., Rahayu, E, 1994. Budidaya Kacang Panjang. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hasibuan, B, E., 2006. Pupuk dan Pemupukan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Hardjowigeno, S, 1995.Ilmu Tanah,Akademi Press, Jakarta.
Marsono., Sigit, P, 2001. Pupuk Akar dan Jenis Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Nazaruddin, 1993. Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta
Pitojo, S, 2006. Benih Kacang Panjang. Kanisius. Yogyakarta.
Poole TE. 2001. Soil organic matter. Fact sheet 783. Maryland Cooperative Extention.
Rukmana, R, 1995. Kacang Panjang. Kanisius. Yogyakarta.
Samadi, P, 2003. Usaha Tani Kacang Panjang. Kanisius. Yogyakarta.
Sastrahidajat, I, H., Soemarno, 1991. Budidaya Tanaman Tropika. Usaha Nasional. Surabaya.
Soewito, D, S., 1990. Memanfaatkan Lahan Bercocok Tanam Kacang Panjang. CV. Titik Terang. Jakarta.
Sunarjono, H, 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.
Suherni, N, 2007. Petunjuk Praktis Menanam Kacang Panjang dan Buncis. Nuasa. Bandung.
Sutedjo., Mulyani, M, 1991. MikroBiologi Tanah. Rineka Cipta. Jakarta.
Sutejo. 1995. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Verheyen, K. 2008. http://www.maylarchive.com/ agromedia @ yahoogroup. Com
Wuryaningsih, S. 1994. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bunga Mawar Kultivar Cherry Brandy. J. Hortikultura. 4(2) : 41-47



LAMPIRAN

Lampiran 1. Layout penelitian dan dosisi pupuk yang digunakan
Kelompok I

Kelompok II

T
Kelompok III
X2

X4

S
U
X2
X1

X0

X4
X3

X1

B
X3
X4

X2

X0
X0

X3

X1

Keterangan:
X0 =    Tanpa pupuk kandang dan NPK (kontrol)
X1 = 2 kg/ petak atau 10 ton/ha pupuk kandang kambing + NPK 20 g/petakan atau 100 kg/ha
X2 = 4 kg/ petak atau 20 ton/ha pupuk kandang kambing + NPK 40 g/petakan atau 200 kg/ha
X3 = 6 kg/ petak atau 30 ton/ha pupuk kandang kambing + NPK 60 g/petakan atau 300 kg/ha
X4 = 8 kg/ petak atau 40 ton/ha pupuk kandang kambing + NPK 80 g/petakan atau 400 kg/ha









Lampiran 2. Data analisis tinggi tanaman kacang panjang  20 HST
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
73,3
157
109,5
339,8
113,27
X1
134
99
85,5
318,5
106,17
X2
90,5
96,5
123
310
103,33
X3
66,5
83
146,5
296
98,67
X4
125
59,2
106
290,2
96,73
Jumlah
489,3
494,7
570,5
1554,5

Rata-rata
97,86
98,94
114,1

103,63

Lampiran 3. ANOVA tinggi tanaman kacang panjang 20 HST
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
11752,01
514,76
5876,01
128,69
4,51tn
0,09tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
10412,7
1301,59

Total
14
824,54

%  KK
0,35






Lampiran 4. Data analisis jumlah cabang produktif tanaman kacang panjang 30 HST
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
5
11
4
20
6,67
X1
9
10
9
28
9,33
X2
11
8
13
32
10,67
X3
8
7
6
21
7
X4
9
8
7
24
8
Jumlah
42
44
39
125

Rata-rata
8,4
8,8
7,8

8,33

Lampiran 5. ANOVA jumlah cabang produktif tanaman  30 HST
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
79,33
33,33
39,67
8,33
7,31*
1,53tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
43,47
5,43

Total
14
2,53

%  KK
0,28








Lampiran 6. Data analisis jumlah polong panen pertama tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
11
2
5
18
6
X1
9
3
4
16
5,33
X2
6
7
5
18
6
X3
9
8
6
23
7,67
X4
14
3
8
25
8,33
Jumlah
49
23
28
100

Rata-rata
9,8
4,6
5,6

6,67

Lampiran 7. ANOVA jumlah polong panen pertama tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
149,33
19,33
74,67
4,83
11,08**
0,71tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
53,87
6,73

Total
14
76,13

%  KK
0,39


Lampiran 8. Data analisis jumlah polong panen kedua tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
22
2
9
33
11
X1
12
22
2
36
12
X2
3
10
7
20
6,67
X3
15
39
7
61
20,33
X4
25
2
9
36
12
Jumlah
77
75
34
186

Rata-rata
15,4
15
6,8

12,4

Lampiran 9. ANOVA jumlah polong panen kedua tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
1557,6
294,27
778,8
73,57
6,07*
0,58tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
1027,73
128,47

Total
14
235,6

%  KK
0,39
















Lampiran 10. Data analisis jumlah polong panen ketiga tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
30
5
6
41
13,67
X1
2
11
3
16
5,33
X2
7
2
2
11
3,67
X3
7
31
2
40
13,33
X4
27
10
11
48
16
Jumlah
73
59
24
156

Rata-rata
14,6
11,8
4,8

10,4

Lampiran 11. ANOVA jumlah polong panen ketiga tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
1493,6
364,93
746,8
91,23
6,83*
0,83tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
873,87
109,23

Total
14
254,8

%  KK
1














Lampiran 12. Data analisis jumlah polong panen keempat tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
35
17
9
61
20,33
X1
6
25
22
53
17,67
X2
12
13
18
43
14,33
X3
47
31
17
95
31,67
X4
52
27
48
127
42,33
Jumlah
152
113
114
379

Rata-rata
30,4
22,6
22,8

25,27

Lampiran 13. ANOVA jumlah polong panen keempat tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
2996,93
1601,6
1498,47
400,4
10,98**
2,68tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
1197,6
149,7

Total
14
197,73

%  KK
0,48








Lampiran 14. Data analisis berat polong panen pertama tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
290
50
60
400
133,33
X1
100
60
70
230
76,67
X2
120
90
60
270
90
X3
170
170
100
440
146,67
X4
450
60
120
630
210
Jumlah
1130
430
410
1970

Rata-rata
226
86
82

131,33

Lampiran 15. ANOVA berat polong panen pertama tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
164373,3
33373,33
82186,67
8343,33
10,31**
1,04tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
63746,67
7968,33

Total
14
67253,33

%  KK
0,68






Lampiran 16. Data analisis berat polong panen kedua tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
480
40
130
650
216,67
X1
160
440
40
640
213,33
X2
60
160
150
370
123,33
X3
360
740
80
1180
393,33
X4
500
50
190
740
246,67
Jumlah
1560
1430
590
3580

Rata-rata
312
286
118

238,67

Lampiran 17. ANOVA berat polong panen kedua tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
639173,3
115240
319586,7
28810
6,19*
0,56tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
413040
51630

Total
14
110893,3

%  KK
0,95








Lampiran 18. Data analisis berat polong panen ketiga tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
720
60
100
880
293,33
X1
20
160
440
620
206,67
X2
100
20
40
160
53,33
X3
120
600
20
740
246,67
X4
540
120
180
840
280
Jumlah
1500
960
780
3240

Rata-rata
300
192
156

216

Lampiran 19. ANOVA berat polong panen ketiga tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
776960
112693,3
388480
28173,33
5,11*
0,38tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
608106,7
76013,33

Total
14
56160

%  KK
1,28


Lampiran 20. Data analisis berat polong panen keempat tanaman kacang panjang
Perlakuan
Kelompok
Jumlah
Rata-rata
I
II
III
X0
800
300
200
1300
433,33
X1
100
510
410
1020
340
X2
180
420
300
900
300
X3
820
610
215
1645
548,33
X4
1000
430
920
2350
783,33
Jumlah
2900
2270
2045
7215

Rata-rata
580
454
409

481

Lampiran 21. ANOVA berat polong panen keempat tanaman kacang panjang
SK
DB
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Kelompok
Perlakuan
2
4
1158610
452560
579305
113140
7,39*
1,44tn
4,46
3,64
8,65
7,01
Galat
8
627480
78435

Total
14
78570

%  KK
0,58




Lampiran 22. Data analisis rata- rata produksi tanaman kacang panjang panen ke I, II, II dan IV
Perlakuan
Panen
Total
Rata-Rata
I
II
III
IV
X0
133,33
216,67
293,33
433,33
1076,66
269,17
X1
76,67
213,33
206,67
340
836,67
209,17
X2
90
123,33
53,33
300
566,66
141,67
X3
146,67
393,33
246,67
540,33
1327
331,75
X4
210
246,67
280
783,33
1520
380

Lampiran 23. Data analisis total produksi kacang panjang panen ke I, II, III, dan IV ton/hektar
Perlakuan
1 Ha/LP
(LL/LP) x Rata-Rata
gram ke kg
kg ke ton
X0
5000
1345825
1345,83
1,35
X1
5000
1045837,5
1045,84
1,05
X2
5000
708325
708,325
0,71
X3
5000
1658750
1658,75
1,66
X3
5000
1900000
1900
1,9
Keterangan: 1 Ha: Luas Lahan 1 Hektar, LP : Luas Petak


Lampiaran 22. Data hasil analisis laboratorium kesuburan tanah desa Fitu

 

DOKUMENTASI
Gambar 5. Dokumentasi praktikum
 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar